Tuesday, July 8, 2014

SAR Pramuka



.
Team SAR Pramuka 
 
Ubaloka, SAR Pramuka Kota Semarang 


Apa yang Anda pikirkan jika mendengar kata SAR? Pasti segera akan terpikirkan mengenai adanya bencana, kapal hilang, orang tersesat di gunung dan sebagainya. Lalu, siapa yang melaksanakan SAR? Pati team SAR. Team SAR itu siapa ? BASARNAS. Lalu bagaimana jika BASARNAS tidak ada? Siapa yang akan melakukan pertolongan? Siapa yang akan mencari korban bencana, kapal hilang, orang tersesat di gunung dan sebagainya ?
Kadang kita tidak terpikirkan. Sebenarnya SAR adalah perilaku alami yang sering kita laksanakan, kita sering praktekkan walau kita bukan team SAR, bukan anggota BASARNAS.
Mari kita bahas satu persatu, sesuai PP No 12 tahun 2000 tentang pencarian dan pertolongan, pasal 1 point 1. Pencarian dan pertolongan untuk selanjutnya disebut SAR (Search and Rescue) adalah usaha dan kegiatan meliputi :
1.      Mencari, menolong, dan menyelematkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran dan atau penerbangan.
2.      Mencari kapal dan atau pesawat udara yang mengalami musibah.
Namun, secara umum SAR (Search and Rescue) adalah usaha pencarian dan atau pertolongan/penyelamatannnn terhadapkorban dan atau material berharga lainnya di lokasi.medan yang sulit untuk dijangkau dalam suatu musibah/bencana.
Ada dua hal point utama dalam SAR adalah usaha pencarian dan pertolongan. Kegiatan ini sebenaranya sering kita laksanakan, walau kita buka anggota SAR. SAR pada hakekatnya adalah suatu kegiatan kemanusian yang dijiwai oleh falsafah Pancasila dan merupakan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi segala upaya dan usaha pencarian, pemberian pertolonganm dan penyelamatan jiwa manusia dan harta benda yang bernilai dari segala musibah baik dalam penerbangan, pelayaran, bencana maupun musibah lainnya.
Pada hakekatnya membantu orang lain yang terkena musibah/bencana adalah kewajiban setiap orang. Kita wajib menolong orang yang membutuhkan bantuan kita, terlebih jika tidak membahayakan jiwa kita dan kita memiliki ketrampilan atau kemampuan untuk menolong. Jadi usaha SAR bukan merupakan kewajiban team SAR atau BASARNAS saja, tetapi merupakan kewajiban setiap orang terlebih warga negara Indonesia.
Setelah kita tahu, bahwa usaha pencarian dan pertolongan itu adalah kewajiban kita bersama. Kita perlu bertanya apa yang akan kita laksanakan jika ada bencana/musibah. Apa yang dapat kita bantu, agar usaha pencarian dan pertolongan  dapat berjalan dengan baik. Tentu tidak hanya bermodalkan semangat dan jiwa menolong.
Dalam pelaksanaan kegiaan operasi SAR dibutuhkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan teknis SAR serta beberapa disiplin ilmu sebagai penunjang/pendukung. Ilmu pengetahuan dan ketrampilan serta disiplin pendukung sebagai berikut :
  1. Pengetahuan dasar SAR yang meliputu : organisasi SAR, organisasi operasi SAR, Filososfi SAR, dll
  2. Teknik pencarian (search)
a.       Teknik pencarian di Darat
b.      Teknik pencarian di Laut
  1. Unsur pertolongan/penyelamatan (rescue)
a.       Medical First Responder (MFR)
b.      Evakuasi
  1. Unsur pendukung/penunjang
a.       Navigasi
b.      Mountaineering
c.       Komunikasi Lapangan
d.      Persiapan Perbekalan Pakaian & Makanan
e.       Teknik Survival, dll
Kemampuan/ketrampilan tersebut paling tidak harus dikuasi oleh orang awam, terutama orang awan yang sering berkecimpung dalam  kegiatan alam seperti pecinta alam, pejelajah, Pramuka, nelayan, dan lain sebagainya yang tergolong kegiatan beresiko tinggi. Kenapa ? karena jika ada musibah atau yang menimpa teman atau orang disekitar, dapat segera melakukan tindakan pencarian dan pertolongan, dapat membantu jika team SAR datang, atau paling tidak kita dapat memberi petunjuk secara benar dan melakukan tindakan yang benar jika terjadi musibah.
Ingat pertolongan yang segera, tepat dan cepat dalam suatu usaha pertolongan merupakan hal yang sangat penting. Karena berhubungan dengan jiwa atau keselamatan korban.
Kompetensi dasar yang kita miliki sebelum kita ikut terjun dalam usaha pertolongan adalah : 
  1. Fisik yang prima dan sikap mental yang tangguh.
  2. Memiliki pengetahuan yang cukup.
  3. Memiliki ketrampilan dasar yang ada.
  4. Mampu menjalin koordinasi yang baik.
Walaupun, usaha SAR adalah kewajiban setiap orang, tetapi tidak semua orang boleh diijinkan, harus ada kompetensi dasarnya. Alasannya adalah :
1.      Mempertimbangkan keselamatan penolong
Tidak hanya bermodal semangat saja, semangat tanpa fisik yang prima, ketrampilan dan pengetahuan yang tidak cukup bisa jadi akan mencelakankaan penolong. Tidak mungkin melakukan operasi dengan kondisi fisik yang sakit atau lemah.
2.      Mempertimbangkan efektif dan efisiensi operasi.
Dengan membawa team yang kondisi fisik prima, pengetahuan dan ketrampilan cukup dan mempunyai kerjasama team yang bagus akan membuat operasi yang dilaksanakan berjalan dengan efektif dan efisien. Ingat kecepatan dan ketepatan sangat berhubungan dengan keselamatan jiwa korban.
Dari uraian di atas, maka jelas bahwa usaha pertolongan kita bersama. Untuk dapat membantu usaha pertolongan kita memerlukan ketrampilan dan pengetahuan yang cukup. Selain itu kondisi fisik yang kuat dan Prima juga sangat dibutuhkan.
Bencana/musibah tidak pernah kita tunggu kedatangannya, tetapi apabila ia datang, maka kita harus siap untuk menghadapainya dengan berbekal kondisi fisik yang prima, pengetahuna, ketrampilan dan koordinasi yang matang


UBALOKA

Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA) merupakan suatu unit di bawah Dewan Kerja guna menampung anggota Gerakan Pramuka yang berminat dan berkemampuan di bidang pertolongan dan tugas-tugas kemanusian serta pelestarian alam sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Satya dan Dasa Darma yaitu menolong sesama hidup yang didasari rasa cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Berbekal ketrampilan, rasa saling tolong menolong, kedisiplinan dan jiwa rela berkorban untuk sesama, kami berusaha untuk selalu siap, cakap, dan tanggap dalam memberikan pertolongan terhadap kecelakaan, musibah, dan bencana yang terjadi kapan dan di mana pun secara cepat, tepat dan benar.

Ubaloka Kota Semarang selalu eksis dalam memberikan bantuan kemanusiaan saat terjadi musibah di kota semarang. Dalam setiap aksianya kami selalu berusaha untuk memberikan bantuan yang terbaik dan selalu memegang amsal.

Tuesday, January 21, 2014

Motto Gerakan Pramuka

MOTTO GERAKAN PRAMUKA 

Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota  Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.
Motto Gerakan Pramuka adalah  “ SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN “
Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :
  1. Menanamkam rasa percaya diri.
  2. Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.
  3. Siap mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.
  4. Rasa bangga sebagai Pramuka.
  5. Memiliki Buadaya Kerja yang dilandasi pengabdiannya.

Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari.

Untuk meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing.


Kode Kehormatan Gerakan Pramuka

Kode Kehormatan

     Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas janji yang disebut Satya Pramuka dan ketentuan moral yang disebut Darma Pramuka.
      Satya Pramuka :
   a. diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota atau calon  pengurus Gerakan Pramuka pada saat pelantikan menjadi anggota atau pengurus;
      b.    dipergunakan sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan; dan
    c.   dipakai sebagai dasar pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Darma Pramuka :
a.    Nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
b.   Sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di masyarakat;
c.   Landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan  kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; dan
d.    kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

Kode Kehormatan Pramuka
adalah budaya organisasi yang melandasi sikap dan perilaku  setiap anggota  Gerakan
Pramuka. Kode Kehormatan Pramuka ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan
usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka.

a.     Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri atas :
1) Janji yang disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:
   
Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:
-  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Negara Kesatuan   Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.      
-   Setiap hari berbuat kebaikan.
2) Ketentuan moral yang disebut Dwidarma, selengkapnya berbunyi:

Dwidarma
1.   Siaga  berbakti  pada ayah dan ibundanya.
2.   Siaga  berani dan tidak putus asa.

b.   Kode Kehormatan bagi Pramuka penggalang, terdiri atas:
1) Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-   Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
-   Menepati Dasadarma Pramuka.

2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:

Dasadarma
1.     Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.     Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.     Patriot yang sopan dan kesatria.
4.     Patuh dan suka bermusyawarah.
5.     Rela menolong dan tabah.
6.     Rajin, trampil dan gembira.
7.     Hemat, cermat dan bersahaja.
8.     Disiplin, berani dan setia.
9.     Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

c. Kode Kehormatan bagi Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa, terdiri atas:
1) Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-   Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-   Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
-   Menepati Dasadarma Pramuka.
2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:

Dasadarma
1.     Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.     Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.     Patriot yang sopan dan kesatria.
4.     Patuh dan suka bermusyawarah.
5.     Rela menolong dan tabah.
6.     Rajin, trampil dan gembira.
7.     Hemat, cermat dan bersahaja.
8.     Disiplin, berani dan setia.
9.     Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

(Hasil Munaslub 2012)

Berikut isi Dasadarma berdasarkan hasil Munas 2018, ada di AD ART 07/Munas/2018
Dasadarma Pramuka
1.    Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.    Patriot yang sopan dan kesatria.
4.    Patuh dan suka bermusyawarah.
5.    Rela menolong dan tabah.
6.    Rajin, terampil, dan gembira.
7.    Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.    Disiplin, berani, dan setia.
9.    Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.    Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.




Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085 743 109 113 ( hanya SMS atau WA, tidak menerima telp)

Klik Juga